Wall-E Sang Penyelamat Bumi

April 7, 2011 § Leave a comment

“Pernahkan kalian membayangkan bagaimana bila bumi sudah sangat tidak layak lagi untuk kalian huni? Dimana kalian akan tinggal? Dan bayangkan, jika manusia meninggalkan Bumi dan lupa mematikan robot terakhir yang tertinggal, apa yang akan terjadi?”

WALL•E adalah sebuah film animasi yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama dalam film ini adalah sebuah robot yang bernama WALL•E

 

Wall-E merupakan robot yang diprogramkan untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektonik yang sudah memenuhi bumi. Kepanjangan nama Wall-E  adalah Waste Allocation Load Lifter Earth-Class .

 

Pada awal abad ke 22, sebuah perusahaan “raksasa” Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahannya. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam.

 

Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.

 

Bumi sudah dalam keadaan rusak parah. Polusi dimana-mana, langit tidak lagi biru, tidak ada lagi pepohonan hijau yang tersisa, tidak ada pula hewan-hewan yang hidup disana. Bumi sudah sangat tidak layak untuk ditinggali makhluk hidup. Yang tersisa hanya lah sampah-sampah-sampah dan sebuah Wall-E juga seekor kecoa yang menjadi teman wall-e di bumi, Spot.

 

 

Pada awalnya, Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL•E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL•E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL•E yang masih berfungsi.

Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL•E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL•E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal tahun 1969 yang berjudul Hello, Dolly! dari kaset video. Video lainnya yang ia nikmati adalah Put on Your Sunday Clothes, dan adegan berpegangan tangan dalam video “It Only Takes a Moment” yang mengajarnya memiliki perasaan.

Wall-E sendiri memiliki tempat tinggal yang dibuatnya dari truk wall-e besar. Di ‘rumah’nya itulah wall-e menempatkan barang koleksinya, juga melindunginya dari cuaca yang ganas serta tempatnya untuk beristirahat. Wall-e senang mengayunkan dirinya disaat tidur. Tak lupa juga memberi makan temannya, Spot, agar bisa bertahan hidup juga.

Wall-E rajin melakukan tugasnya. Terbukti bergedung-gedung pencakar langit yang telah dibuatnya dari tumpukan sampah hasil pemadatannya. Namun pada suatu hari, WALL•E menemukan sebuah bibit tumbuhan. Ia menemukan bibit tumbuhan itu di sebuah kulkas usang yang sudah rongsok. Kemudian, wall-e menanamnya dalam sebuah sepatu usang.

 

 

Tidak beberapa lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di Bumi dan mengeluarkan EVE, sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang bernama Axiom, saya sangat tertarik dengan EVE karena bentuknya yang minimalis tapi tetap stylish dan juga ia berwarna putih! Hehe cantik dan keren!^^ EVE sendiri diprogramkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi.

 

WALL•E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, namun pada saat itu wall-e takut kepada EVE karena ia begitu galak, apa lagi terhadap makhluk asing. Ditengah pencariannya, EVE tetap meposisikan dirinya untuk siaga. Dan bila ada benda atau suara asing, EVE akan melakukan serangannya melalui tembakan laser pada lengan kanannya. Lambat laun EVE luluh karena sikap wall-e yang bersahabat, . juga mengagumi kepribadian WALL•E. diawali dengan munculnya spot si kecoa ynag memberanikan diri mendekati EVE, hingga akhirnya wall-e dapat berkenalan dengan EVE. Adegan wall-e dan EVE yang salaing memperkenalkan diri inilah yang menjadi salah satu scene yang palaing saya sukai. Mereka sungguh telihat lucu dan pelafalan wall-e yang sangat menggemaskan ketika menyebut nama dirinya dan menyebut nama EVE secara berulang-ulang.

Lalu terjadilah badai debu pada saat EVE dan WALL-E berkenalan, WALL-E membawa EVE ke garasinya dan WALL-E pun menunjukkan penemuan bibit tanaman tersebut. Disaat yang sama EVE pun melihat bibit tanaman tersebut kemudian EVE menyimpannya dan secara otomatis menjadi non-aktif. WALL-E yang jatuh cinta terhadap EVE berusaha melindungi tubuh EVE dari segala cuaca, baik panas, badai debu, maupun hujan. Hingga pada suatu hari pada saat WALL-E akan bertugas menghancurkan sampah-sampah lagi, pesawat yang mengantarnya ke bumi pada saat itu kembali untuk menjemput EVE kembali ke Kapal Axiom untuk menyampaikan penemuannya kepada Kapten. WALL-E yang tersadar bahwa EVE akan dibawa, ia langsung bergegas mengejarnya dan berusaha mengambil EVE agar tidak dibawa pergi.

Setelah berabad-abad hidup dalam mikrogravitasi, manusia di pesawat Axiom banyak kehilangan kalsium, sehingga membuat mereka menjadi sangat gemuk dan tidak mampu berdiri atau berjalan. Aktivitas manusia sepenuhnya dilayani oleh robot. Pilot pesawat Axiom adalah Kapten B. McCrea (Jeff Garlin) juga memerintahkan segala tugasnya kepada sistem autopilot pesawat yang bernama AUTO (suara program MacInTalk). Saat mengikuti EVE hingga sampai di Kapal Axiom, WALL-E banyak melihat hal-hal menakjubkan di luar angkasa sana. Mulai dari melihat bintang secara dekat, matahari bahkan hingga menyentuh kumpulan bintang. Sesampainya di Kapal Axiom, EVE yang masih berstatus non-aktif langsung dibawa untuk dibersihkan oleh M-O dan diperiksa oleh GO-4. Saat dibersihkan oleh M-O, WALL-E ikut serta dan dengan kesal karena WALL-E mengandung 100% pencemaran zat asing tetapi WALL-E tidak bisa dibersihkan. Lalu GO-4 memeriksa satu persatu robot EVE, WALL-E pun hampir ketahuan menjadi penyelundup asing di kapal tersebut. Pada waktu EVE yang memiliki bibit tanaman diperiksa, GO-4 langsung mengamankan EVE dan WALL-E pun ikut mengejarnya. Terjadi banyak kekacauan dari aksi wall-e yang melarikan diri sembunyi-sembunyi dari pengawas serta melindungi EVE yang memang menjadi tujuan utamanya. Dan dua orang manusia bernama John (John Ratzenberger) dan Mary (Kathy Najimy) yang sebelumnya hanya melihat melalui media elektronik berupa monitor, sehingga mereka melihat pemandangan secara langsung karena WALL•E membuat mereka terlepas dari monitor yang terpasang di tempat duduk mereka.

Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Alat tersebut adalah sebuah mesin pendeteksi yang berfungsi memberikan informasi bahwa manusia dapat kembali hidup di Bumi, dan akan mengembalikan manusia ke Bumi secara otomatis setelah mendeteksi bibit tadi yang merupakan pedoman yang memungkinkan manusia untuk kembali hidup di Bumi. Sewaktu akan mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL•E. Saat EVE diperiksa, WALL•E menyangka EVE akan dihancurkan oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang perbaikan. Tindakan WALL•E menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL•E menjadi buronan yang dianggap robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL•E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan sebuah kabin.

Lalu WALL-E pun ketahuan oleh Kapten dan AUTO, dan dia pun mengenalkan dirinya dengan mengajak Kapten bersalaman. Dari situ Kapten menemukan kotoran pada tangan WALL-E dan mulai mencari zat apa saja yang terkandung oleh kotoran tersebut. Hingga Kapten pun menemukan sebuah ketertarikan bahwa zat tersebut berasal dari bumi. Kapten mulai mencari dan mendefinisikan bumi, laut, pertanian hingga menari. Pada saat WALL-E dan EVE berada di ruangan perbaikan robot-robot rusak, WALL-E pun membuat kerusuhan dengan mengambil alih kembali senjata tangan EVE yang dilepas oleh robot yang bertugas memperbaiki dan menghancurkan sistem ruangan tersebut sehingga membebaskan semua robot-robot yang rusak.

Pada saat itu robot-robot yang rusak mulai mengacaukan sistem perjalanan di dalam kapal sehingga membuat robot-robot penghalang pun harus menahan mereka. EVE pun muncul untuk mengambil senjata laser (tangannya) kembali dari tangan WALL-E dan hal ini dilihat oleh robot-robot yang menahannya dan mengambil gambarnya lalu membuat statemen bahwa EVE adalah robot nakal dan menyebarkannya keseluruh layar di kapal tersebut sebagai ancaman. EVE pun segera membawa WALL-E pergi dari kerumunan tersebut dan membawa WALL-E ke ruangan roket mini untuk mengembalikan WALL-E ke bumi, akan tetapi WALL-E tidak menginginkannya.

Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin; GO-4 yang mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL•E memasuki kabin tempat diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL•E berada di dalam kabin tersebut, namun WALL•E berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin tadi. EVE lega karena WALL•E menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar pesawat Axiom. Mereka melakukan dansa yang indah diatas angkasa^^

Datanglah GO-4 yang tadi membawa EVE ke ruangan Kapten. Dari sinilah terkuak bahwa GO-4-lah yang mencuri bibit tanaman tersebut dari badan EVE dan kemudian akan menghancurkan bibit tanaman tersebut untuk selamanya. Tetapi hal tersebut berhasil diambil alih oleh WALL-E, namun terlambat untuk EVE karena kapal roket mini tersebut sudah terlanjur pergi dan akan segera meledak. EVE meyusulnya dan berharap jika WALL-E akan baik-baik saja. Benar saja, WALL-E selamat dari ledakan tersebut dan berhasil menyelamatkan bibit tanaman tersebut. Betapa senangnya EVE mengetahui bahwa bibit tersebut selamat. Lalu mereka menari-nari di ruang angkasa untuk merayakannya.

 

Kemudian EVE mencari celah untuk masuk kembali ke dalam kapal dan ia menemukan pintu yang terbuka, pintu tersebut ternyata ada robot yang sedang memperbaiki antena dari kapal dan robot tersebut terjebak di luar. Saat sedang di dalam kapal, EVE dan WALL-E pun mengendap-endap untuk mencari celah agar bisa masuk ke dalam ruangan kapten. Saat EVE berhasil masuk ke dalam ruangan kapten dan WALL-E diam-diam mengikutinya. EVE lalu memberikan tanaman tersebut kepada Kapten. Kapten pun terkejut, merasa tidak percaya bahwa ternyata bibit tanaman tersebut ada dan Kapten mengatakan bahwa mereka bisa kembali lagi ke bumi.

 

Tetapi AUTO tidak menyetujui mereka akan kembali ke bumi. AUTO terus mempengaruhi Kapten agar membatalkan tujuannya, dari sinilah terbukti bahwa AUTO-lah menyabotase hilangnya bibit tanaman, mendoktrin (mempengaruhi) Kapten dari masa ke masa agar mereka tetap tinggal di Kapal Axiom dan melupakan bumi. AUTO menunjukkan video yang dikirim oleh Shelby Forthright selaku CEO Buy N Large (BnL) bahwa bumi telah rusak dan tidak bisa dihuni lagi, dan ia meminta kepada AUTO untuk tidak mengizinkan Kapten pada masa manapun untuk tidak kembali ke bumi dengan alasan apapun.

 

Pada saat itu terjadi perebutan bibit tanaman tersebut antara Kapten, AUTO, EVE serta GO-4. Lalu saat perebutan terjadi, tanaman tersebut akhirnya jatuh ke lubang pembuangan sampah, akan tetapi muncullah WALL-E yang ternyata sedang menaiki lubang pembuangan tersebut untuk mengikuti EVE yang berada di ruangan Kapten. WALL-E pun segera melindungi tanaman tersebut di dalam badannya, akan tetapi AUTO mencoba memaksa WALL-E untuk mengeluarkan tanaman tersebut dengan memberikan setruman ke tubuhnya yang mengakibatkan kerusakan cukup parah pada WALL-E. Kemudian WALL-E pun jatuh ke dalam lubang pembuangan sampah, lalu disusul dengan EVE yang di non-aktifkan oleh AUTO dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

 

Di dalam tempat pembuangan sampah, EVE kemudian diaktifkan kembali secara tidak sengaja oleh kecoa-kecoa yang berada disitu. Ketika aktif kembali, EVE mencari keberadaan WALL-E akan tetapi mereka terjebak dalam sekumpulan sampah yang dikumpulkan oleh WALL-R (versi dari WALL-E dalam bentuk yang lebih besar). Disaat itu juga setelah EVE berhasil menyelamatkan WALL-E, mereka pun diselamatkan juga oleh M-O yang mengikuti WALL-E untuk membersihkan WALL-E dari zat-zat asing di tubuhnya.

 

WALL-E yang dalam keadaan sekarat, meminta EVE untuk tetap melaksanakan perintahnya untuk membawa bibit tanaman tersebut ke Kapten agar mereka bisa kembali ke bumi dan hidup secara normal. Akan tetapi, melihat keadaan WALL-E seperti itu EVE mengurungkan niatnya untuk melaksanakan perintahnya dan beralih untuk segera memperbaiki keadaan WALL-E. Akan tetapi tidak ada satu pun suku cadang yang cocok dengan suku cadang WALL-E. EVE pun memutuskan untuk kembali ke misi awalnya untuk menyerahkan bibit tanaman tersebut kepada Kapten dan kembali ke bumi secepatnya agar bisa memperbaiki WALL-E segera.

 

Kapten mulai menyabotase semua layar penghubung ke segala penjuru kapal dan memberitahu bahwa ia terkurung di ruangannya dan meminta EVE dan WALL-E segera ke Lido Deck untuk segera memasukkan bibit tanaman tersebut ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector). Lalu Kapten mulai membuat tipuan visual kepada AUTO dengan mengatakan bahwa bibit tanaman tersebut ada padanya dan jika AUTO menginginkan bibit itu kembali, AUTO harus merebutnya dari Kapten. Akhirnya tipuan ini berhasil, AUTO percaya dan menuju ke ruangan Kapten namun ternyata hal ini membuat AUTO harus direpotkan Kapten dan Kapten pun segera mengaktifkan mesin pendeteksi.

 

Hal ini mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang tidak dapat berjalan tadi menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut kapal. Auto mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut bahkan dengan paksaan, namun mesin tersebut ditahan oleh  WALL-E dengan mengorbankan tubuhnya. Kapten pun berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, Kapten lalu melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu Kapten menekan tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali kapal Axiom menjadi berstatus manual. Kapten pun akhirnya dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO dan mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector), dan melepaskan WALL–E yang bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector, kapal Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.

 

Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL–E dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL–E. Sayangnya, WALL–E telah rusak berat dan hampir semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru hamper tidak bisa mengingat semua kejadian saat bersama dengan EVE. Meskipun WALL–E telah diperbaiki dengan sempurna, tapi WALL–E yang sekarang bukanlah WALL–E yang dikenal EVE. WALL–E telah menjadi WALL–E yang baru yang diprogram untuk mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL–E yang EVE kenal. EVE pun menjadi sedih karena WALL–E yang dicintainya sudah tiada, EVE memegang tangan WALL–E lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL–E (bermakna seperti ciuman). Percikan listrik dari “ciuman” tadi memulihkan ingatan dan kepribadian WALL–E, lalu dia dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.

 

Kemudian manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki kehidupan di bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan Kapten McCrea. Akhirnya, kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan kerjasama manusia dengan robot, Bumi pun kembali normal seperti sedia kala. Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.

Dari film ini, kita dapat mengambil banyak point-point positifnya. Dapat disimpulkan bahwa, semua yang praktis dan instant tidak selamanya akan berpengaruh positif tetapi akan berpengaruh negatif juga seperti teknologi pada contohnya. Teknologi hanyalah sebagai sarana pendukung dan sarana yang membantu manusia untuk melakukan sesuatu tetapi jangan sepenuhnya mengandalkan teknologi. Karena teknologi dapat membutakan mata dan pikiran manusia dari lingkungan sekitarnya yang seharusnya bisa membuat manusia lebih banyak belajar. Tidak selamanya belajar dari lingkungan dan alam akan dibilang sebagai manusia yang kuno, tetapi belajar dari lingkungan dan alam akan membuat manusia tersebut menjadi manusia yang berkembang jauh lebih maju daripada manusia yang hanya bergantung pada teknologi. Pelajaran kedua dari film ini adalah, dilarang membuang sampah sembarangan. Karena dengan membuang sampah sembarangan dapat membuat bumi menjadi semakin kotor dan akan berakibat seperti pada film ini. Maka, jagalah bumi kita dengan baik agar bumi kita tetap bersih dan mampu bertahan lebih lama umurnya dengan selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain-lain.

Seperti yang ada di film-film produksi pixar lainnya, WALL-E juga didukung dengan kualitas animasi yang mumpuni. Bukan hal yang aneh, mengingat pixar adalah studio animasi terbaik saat ini. dan di separuh awal film WALL-E ini, ketika bersetting kan bumi yang penuh polusi, maka akan dijumpai sebuah nuansa berwarna keemasan. setting yang sangat realistis. Nuansa keemasan ini tidak dijumpai pada film pixar lainnya yang cenderung lebih penuh warna. selain itu, robot-robot seperti WALL-E, eve, dan yang lainnya, hanya memiliki mata, namun tidak memiliki mulut, dan ekspresi mereka sangat tersampaikan dengan baik, meskipun hanya melalui mata, suara, dan gesture tubuh.

Takluput juga, salah satu keunikan dalam film WALL-E adalah minimnya dialog. dan ini menjadi sebuah keunggulan tersendiri. Di saat film-film animasi lainnya cukup banyak dialog dari para tokoh nya, maka tidak pada film WALL-E. Robot-robot yang menjadi tokoh utama sama sekali tidak mengucapkan dialog apapun (kecuali robot autopilot). Mereka memang bisa bersuara, tapi hanya suara khas robot. tidak ada dialog layaknya manusia. Paling banter si WALL-E hanya bisa menyebut namanya sendiri dan memanggil nama eve. Begitu juga eve. Dialog yang ada hanyalah pada saat adegan yang memunculkan manusia, seperti kapten pesawat bahtera, juga beberapa manusia lainnya. Namun mereka cuma pemeran pendukung. Jadi dialog yang ada tidak terlalu dominan di film ini. Meskipun sebenarnya di dalam dialog mereka terdapat banyak sindiran sosial dan pesan moral. Minimnya dialog bukanlah suatu masalah pada film ini, justru menjadikanya suatu keunggulan. Minimnya percakapan dalam cerita, produser eksekutif John Lasseter menyatakan bahwa seni animasi adalah tentang tingkah laku suatu watak, bukan percakapannya. Berpedomanlah pada bagaimana kalian menceritakannya, bukan banyak dan sedikitnya dialog. Film ini sukses menjadikannya film yang bermakna dengan sedikit kata-kata.

Pesan moral alam dalam film ini begitu kuat. Karena inti permasalahannya adalah lingkungan. Di saat bumi sudah semakin penuh polusi, maka kehadiran tanaman/tumbuhan hijau menjadi suatu hal yang sangat penting. Dan itu lah pesan penting yang bisa diambil dari film WALL-E. Bahwa manusia harus lebih peduli lingkungan dan alam nya. Jika tidak ingin nanti nya bumi menjadi sebuah tempat yang tidak layak huni bagi manusia, karena telah penuh dengan sampah dan polusi.

Sindiran sosial cukup menonjol dalam penyajian film ini. Kecanggihan teknologi memang hebat dan begitu bermanfaat. Tapi bisa menjadi sebuah hal yang berbahaya dan begitu menipu. Hingga manusia bisa menjadi terlalu sibuk bersosialisasi dengan handphone atau alat komunikasi lainnya, dan lupa dengan kondisi sosial di sekitarnya. Bahkan kecanggihan teknologi bisa berakibat buruk kepada kesehatan tubuh. Dan di film WALL-E, ini kita bisa menjumpai sindiran sosial tentang kecanggihan teknologi dan kehidupan sosial manusia. Menjadi pesan moral tersendiri untuk penonton film ini.

Film ini mengisahkan tentang romansa antara kedua robot, yakni WALL-E (pihak laki-laki) dan eve (pihak perempuan). WALL-E yang awalnya hanyalah robot biasa, namun terus berevolusi menjadi sebuah robot yang berperasaan. Apalagi dia sering menonton sebuah video film lawas tentang kisah cinta dan dansa. Sedangkan eve adalah robot yang lebih canggih. Meski awalnya dia cukup kaku dan tegas, namun begitu bertemu WALL-E yang lucu dan polos, eve bisa tertawa. Romantisme mereka semakin didukung oleh lagu-lagu cinta yang beberapa kali menjadi backsound.

Hampir disetiap menit nya saya dibuat terkagum-kagum oleh film ini. Mulai dari sinematografi, animasi, background musik, pesan moral, hal-hal yang lucu, indah, romantis, dan menegangkan. Bisa dibilang seluruh adegan di film WALL-E adalah momen-momen terbaik. Namun jika diharuskan memilih satu atau dua momen terbaik, maka saya akan memilih saat ketika WALL-E dan eve berdansa di luar angkasa. sungguh indah dan menakjubkan. Momen-momen pada awal film juga keren banget, saat menunjukkan kondisi bumi yang sudah bobrok dan tidak layak huni, (apalagi dengan latar musik yang membangkitkan ironi). Serta kesendirian WALL-E dalam menikmati hidup (dan hanya ditemani seekor kecoa).

 

 

Referensi

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wall-E Sang Penyelamat Bumi at do it yourself ღ.

meta

%d bloggers like this: